Mengasihi Saudara
Status "anak terang" tidak ditentukan oleh klaim verbal, "saya sudah diselamatkan", tetapi oleh bukti nyata dari kasih. Kebencian adalah bukti bahwa seseorang masih hidup di dalam kegelapan, terlepas dari pengakuan iman mereka. Kasih membuat pijakan rohani kita kokoh. Tidak ada "sandungan" atau kesempatan untuk jatuh ke dalam dosa yang disebabkan oleh konflik internal atau dendam. Kasih mempersatukan dan memelihara komunitas orang percaya. Kita dipilih sebagai anak-anak terang. Identitas baru ini menuntut perilaku yang konsisten dengan terang itu sendiri. Sebagaimana terang menghilangkan kegelapan, kasih harus menghilangkan kebencian di hati kita. Membenci saudara adalah pengkhianatan terhadap identitas ilahi kita yang baru. Kasih kepada saudara seiman adalah tanda otentik bahwa terang Kristus berdiam di dalam kita, memandu langkah kita dan membedakan kita dari dunia yang masih berjalan dalam kegelapan. Mengasihi saudara berarti menerjemahkan iman kita ke dalam tindakan nyata. Rasul Yohanes menantang kita untuk tidak hanya mengasihi dengan perkataan atau lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran Jika kita melihat saudara kita membutuhkan bantuan, namun menutup pintu belas kasihan kita, kasih Allah tidak mungkin tinggal di dalam hati kita. Kasih persaudaraan menuntut kedermawanan, pelayanan, dan kesediaan untuk berbagi beban. Dunia tidak akan mengenali kita dari teologi kita yang rumit, gedung gereja yang megah, atau kefasihan kita berbicara, melainkan dari cara kita memperlakukan satu sama lain dengan penuh kasih.
Tuhan, bantu kami untuk selalu mengasihi saudara kami. Amin.


