Potensi Jemaat

Potensi Perikanan

Secara topografis Jemaat GPM Amahusu berada pada pesisir pantai sehingga demografis penduduk ditinjau jenis pekerjaan ada yang bekerja pada sektor perikanan berupa ikan laut, seperti jenis ikan Puri (Teri), Momar (Layang), Kawalinya (Selar), Komu (Tongkol), maupun Ikan Batu-Batu (ikan karang).

Potensi Peternakan

Jenis ternak yang ditemui adalah ternak ayam kampung (buras) dengan skala usaha kecil (rumah tangga) yang sengaja dipelihara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi protein rumah tangga atau sekedar hobby

Potensi Pertanian

jemaat dengan profesi sebagai petani memiliki lahan di dalam dan di luar jemaat sehingga secara geografis sebagian masuk dalam wilayah pelayanan dan sebagian tidak masuk dalam wilayah pelayanan jemaat GPM Amahusu . potensi pertanian, baik itu tamanan umur panjang seperti buah-buahan (durian, mangga, rambutan, kelapa); tanaman kayu-kayuan (cemara); maupun tanaman umur pendek, seperti pisang, singkong, keladi, ubi.

Potensi Sektor Usaha Riil

Selain potensi perikanan dan pertanian, di Negeri Amahusu juga ada potensi Pariwisata, khususnya wisata alam pantai/ laut, seperti Amahusu Beach, Pantai Batu Lobang, dan Pantai Batu Capeu; serta wisata budaya dengan Sanggar Seni untuk tari-tarian serta Alat Musik Totobuang dan Ukulele. Keadaan Ekonomi Umat berdasarkan pekerjaan pokok adalah adalah dalam kategori Lainnya, berupa pekerjaan tidak tetap namun dilakukan untuk menyambung hidup, seperti berjualan kecil-kecilan, nelayan musiman, petani musiman, pengemudi ojek, dan lain-lain sejenis. Pekerjaan dalam kategori lainnya adalah sebanyak 3.165 orang atau 76,3%; diikuti Karyawan Swasta/ Honorer sebanyak 298 orang atau 7,2%; Pegawai Negeri Sipil/ BUMN sebanyak 267 orang atau 6,4 %

Potensi Penghasilan Warga Jemaat

Berdasarkan data base tahun 2024, presentasi penghasilan anggota Jemaat GPM Amahusu terbesar berada pada kategori Rp 2jt - 4jt sebesar 26,50% atau 839 anggota jemaat, dikuti oleh Rp 1jt – 2jt sebesar 4,51% atau 143 anggota jemaat, >RP500ribu-1jt sebanyak 7,00% atau 180 anggota jemaat, Rp 300ribu – 500ribu sebanyak 4,40% atau 117 anggota jemaat, >Rp4jit sebesar 2,97% atau 79 anggota jemaat dan

Melihat struktur penghasilan anggota Jemaat GPM Amahusu masih ditemukan 24,24% atau 638 anggota jemaat dengan tingkat pendapatan rendah namun hasil analisis dengan beberapa pendekatan tingkat kemiskinan menunjukkan bahwa tidak ada satu pun keluarga masuk dalam kategori rumah tangga miskin. Hal ini disebabkan karena pengeluaran untuk konsumsi dilakukan secara bersama dalam suatu keluarga. Selain itu rendahnya tingkat pendapatan dapat juga disebabkan oleh sulitnya memperoleh data yang akurat karena sebagian besar anggota jemaat bekerja pada sektor informal yang berpendapatan tidak tetap.