Kasih Tuhan yang Nyata
Meskipun Yunus gagal dan melarikan diri pada panggilan pertama, Allah tidak meninggalkannya. Firman Tuhan datang untuk kedua kalinya. Allah itu sabar. Dia memilih Yunus, bukan karena Yunus sempurna atau antusias, tetapi karena Allah berdaulat atas rencana penyelamatan-Nya. Jika Allah bergantung pada kesempurnaan kita, tidak ada seorang pun yang akan diutus.Yunus menyampaikan pesan penghakiman yang singkat: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan". Pesan ini sepertinya keras, tetapi ada implikasi tersembunyi: Allah memberikan tenggat waktu 40 hari. Kasih Allah dapat menjangkau hati yang paling keras sekalipun. Niniwe adalah ibu kota kerajaan Asyur yang terkenal kejam, musuh Israel. Namun, mereka merendahkan diri. Ini mengingatkan kita bahwa tidak ada bangsa atau individu yang berada di luar jangkauan kasih dan anugerah Allah. Allah ingin menyatakan sifat-Nya yang pemaaf, bukan penghukum. Dia mengutus Yunus untuk menunjukkan bahwa belas kasihan-Nya tersedia bagi siapa saja yang berseru dan berbalik dari jalan jahat mereka. Allah lebih bersukacita melihat pertobatan daripada penghukuman. Kisah Niniwe mengajarkan kita bahwa fokus utama pemilihan kita sebagai orang percaya adalah untuk menjadi saluran kasih dan pengampunan Allah kepada dunia yang terhilang, bahkan kepada "musuh" kita. Allah rindu agar semua orang bertobat dan diselamatkan.
Tuhan, terima kasih untuk kasih-Mu yang tak bersyarat untuk kami. Amin.


