Renungan Harian Keluarga

Bertobat dan Kembali kepada Kasih yang Semula

Gereja Efesus dikenal karena ketekunan dan ketepatannya dalam menguji ajaran, namun mereka kehilangan sesuatu yang jauh lebih mendasar: kasih yang semula. Kasih yang semula adalah pengalaman pertama ketika seseorang mengenal Kristus. Hangat, rendah hati dan penuh syukur. Ketika aktivitas keagamaan menjadi rutinitas, cinta itu dapat memudar tanpa disadari. Tuhan memanggil kita untuk kembali, bukan sekadar untuk ingat, melainkan untuk memulihkan keintiman yang pernah hidup. Kasih kepada Kristus bukan sekadar perasaan, tetapi tindakan yang memampukan kita untuk mengasihi sesama. Dalam memulihkan kasih yang semula, kita menata ulang prioritas hidup, mengembalikan Tuhan ke tempat pertama. Pertobatan di sini adalah undangan untuk memperbarui relasi, bukan untuk menambah beban. Dan ketika kasih itu dipulihkan, hidup dan pelayanan menjadi kembali bernyawa.



Tuhan, tolonglah kami mengembalikan kasih yang semula dalam hidup kami, Amin.