Saling mengasihi, Identitas Murid Sejati
Yesus tidak hanya memerintahkan kasih secara abstrak, tetapi memberikan standar yang baru dan lebih tinggi: "Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi". Tuhan memilih para murid-Nya agar melalui kehidupan mereka, dunia dapat melihat manifestasi kasih Allah. Ayat 35 dengan jelas menyatakan: "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi". Kasih ini berfungsi sebagai "seragam" atau lencana pengenal komunitas Kristen yang membedakan mereka dari dunia di sekitar mereka. Tujuan pemilihan murid adalah agar mereka menjadi saksi Injil. Kesaksian mereka tidak hanya melalui kata-kata, tetapi yang lebih kuat lagi, melalui cara hidup mereka yang dipenuhi kasih. Ketika orang-orang di luar melihat kasih yang tulus dan mendalam di antara sesama orang percaya, mereka akan tertarik dan tahu bahwa Yesus berasal dari Allah. Mengasihi sesama orang percaya bukanlah pilihan opsional atau sekadar sarana moral, melainkan perintah yang mengikat dan mutlak dari Tuhan. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk hidup di bawah perintah kasih ini. hidup saling mengasihi agar kasih-Nya yang transformatif dapat terus mengalir melalui kita kepada dunia.Itulah tanda hidup baru yang Tuhan minta dari kita setiap waktu.
Tuhan, Ajarlah kami saling mengasihi setiap hari. Amin.


