Renungan Harian Keluarga

Sadar dan Bertobat Supaya Hidup Dipulihkan

Pertobatan bukan sekadar meninggalkan dosa, melainkan proses melihat diri dalam terang kasih Allah. Dalam teks ini, Petrus berbicara kepada orang banyak yang sebelumnya menolak Yesus. Namun, ia tidak datang dengan nada menghakimi. Ia membuka ruang bagi pemulihan, bahwa di dalam Kristus, kegagalan manusia tidak menjadi kata akhir. Bertobat berarti mengakui bahwa kita sering berjalan dalam kecenderungan yang salah, lalu berbalik menuju jalan yang dipulihkan oleh Allah. Ketika seseorang bertobat, Allah menjanjikan “waktu kelegaan.” Ini adalah keteduhan yang tidak dapat diberikan oleh kekuatan manusia atau pencapaian duniawi, tetapi hadir dari penyertaan Tuhan sendiri. Hidup dipulihkan bukan karena kita sempurna, tetapi karena kasih karunia yang sanggup memperbarui apa yang retak dalam hidup kita. Pertobatan membuka mata dan hati kita untuk menerima hidup yang baru, yang bersumber dari Kristus.



Tuhan, pulihakanlah hidup kami, Amin.