Pemimpin Berhikmat, Bangsa Sejahtera
Hikmat dari Tuhan bukan hanya menerangi pikiran, tetapi menuntun langkah menuju damai sejahtera.” Bacaan Kitab Ezra 7:21-26 menunjukkan bagaimana Raja Artahsasta memberi wewenang kepada Ezra untuk mengatur kehidupan umat berdasarkan hukum Allah. Di sini kita melihat bahwa ketika seorang pemimpin berjalan dalam hikmat Tuhan, keputusan yang diambil bukan hanya adil, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi banyak orang. Hikmat Allah memampukan seorang pemimpin bertindak benar, tidak memihak, dan berani menegakkan keadilan. Ezra tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai ilahi dalam kehidupan bangsa. Inilah yang menjadi dasar kesejahteraan sejati bukan sekadar materi, tetapi kehidupan yang tertib, adil, dan berkenan kepada Tuhan. Sebagai keluarga Kristen, kita juga dipanggil menjadi “pemimpin kecil” dalam lingkup kita: di rumah, pekerjaan, dan masyarakat. Ketekunan dalam mengusahakan kesejahteraan bangsa dimulai dari sikap hidup yang takut akan Tuhan dan penuh hikmat dalam setiap keputusan. Mari kita hidup dalam hikmat Allah, sehingga melalui kehidupan kita, keadilan ditegakkan dan kesejahteraan bangsa semakin nyata
Doa: Tuhan berikanlah kami hikmat kepada para pemimpin bangsa kami, Amin


