Allah Suka Keadilan dan Kebenaran
Beribadah, memberi persembahan, dan pujian kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari keadilan dan kebenaran dalam kehidupan sehari hari. Keduanya saling melengkapi sebagai bukti iman yang sejati kepada Tuhan. Namun, pada masa nabi Amos, bangsa Israel justru melakukan hal yang berbeda. Mereka rajin beribadah, mempersembahkan korban, dan menaikkan pujian kepada Allah, tetapi tetap berlaku tidak adil terhadap orang miskin dan lemah. Karena itu, Allah menyatakan bahwa Ia tidak berkenan kepada seluruh ritual keagamaan mereka. Semua ibadah, persembahan, dan nyanyian pujian menjadi sia sia karena umat tidak hidup dalam kasih, keadilan, dan kebenaran terhadap sesama. Firman Tuhan ini menjadi pengingat bagi orang percaya masa kini agar tidak hanya terlihat rohani di hadapan manusia, tetapi juga hidup benar di hadapan Allah. Kita tidak dapat mengaku mengasihi Tuhan jika masih menyakiti, merendahkan, dan mengabaikan sesama. Ibadah yang sejati harus terlihat melalui sikap, perkataan, dan tindakan yang mencerminkan kasih, kejujuran, serta keadilan. Karena itu, marilah hidup taat kepada kehendak Allah dan menjadi berkat bagi sesama.
Doa: Ya Allah, tolong kami supaya mampu menyenangkan hatiMu. Amin.


