Renungan Harian Keluarga

Tuhan Menjawab Seruan Setiap Orang yang Berseru Kepada-Nya

Bacaan hari ini lahir dari jeritan seorang yang terhimpit, yang nyaris kehilangan daya, bahkan merasa seolah-olah ditinggalkan. Namun dari kedalaman penderitaan itu, pemazmur tidak berhenti pada ratapan. Ia berani berseru, memohon pertolongan, dan akhirnya bersaksi tentang Allah yang tidak menolak seruan orang yang tertindas. Tuhan tidak memalingkan wajah-Nya. Tuhan tidak menutup telinga-Nya. Tuhan hadir, mendengar, dan menyelamatkan. Inilah iman yang hidup di tengah sengsara iman yang tidak menyangkal penderitaan, tetapi tetap menggantungkan harap sepenuhnya kepada Allah. Karena itu, memasuki Minggu Sengsara kedua ini, merupakan suatu masa perenungan yang mengajak kita untuk kembali menatap dengan jujur realitas penderitaan, pergumulan, luka, dan jeritan hati manusia. firman Tuhan hari ini mengundang kita untuk melihat kembali hidup kita: di tengah tekanan, luka, ketidakpastian, dan pergumulan yang mungkin masih kita tidak mengerti, apakah kita masih memilih untuk berseru kepada Tuhan? Dan sebagai orang-orang pilihan yang hidup dalam anugerah-Nya, apakah kita masih percaya bahwa Tuhan sungguh mendengar, menjawab, dan tidak pernah meninggalkan kita?



Tuhan, terima kasih karena menjawab seruanku kepadaMU.  Amin.