Tuhan Mengenyangkan Hidup
Waktu kecil ketika ayah saya sakit, ia meminta saya untuk berdoa baginya. Saya malu sekali waktu itu. Entah bagaimana kejadiannya saya kemudian berdoa, tapi malamnya saya bermimpi. Tuhan Yesus membawa saya dengan sebuah kapal kecil. Sejak kecil saya menyebut kapal itu bahtera. Tuhan Yesus membawa saya ke gereja dan disana saya bersama orang-orang bernyanyi memuji Tuhan. Setelah itu, Tuhan Yesus bertanya kepada saya, apakah saya lapar? Saya pun dengan semangat menjawab : Tidak Tuhan Yesus. Saya tidak lapar lagi. Ternyata Tuhan Yesus membuat saya kenyang. Saya terbangun dari tidur dan menceritakan mimpi itu kepada ayah saya. Saya mengingat mimpi itu sampai saat ini dan membuat kedekatan dengan Tuhan menjadi rutinitas saya. Apa yang saya alami tidak berbeda jauh dengan apa yang diungkapkan Pemazmur. Ia merasakan bahwa Tuhan tempat perteduhan yang kekal. Hanya kepada Tuhan, ia menaruh doa: ”Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hidup kami.” Pemazmur menyatakan Tuhan saja yang membuatnya bersukacita. Ini pula keyakinan saya. Tuhan mengenyangkan kita dengan kasih setia-Nya.
ya Tuhan Yesus ajar kami percaya Dikau sanggup kenyangkan kami, Amin.


