Sukacita dalam Keadilan
Pernahkah kita marah ketika seseorang tidak jujur? Atau kita dimarahi karena dianggap berbohong, padahal kita merasa sudah terbuka? Ketidakjujuran melukai hati dan merusak kepercayaan. Dalam relasi suami istri, orangtua dan anak, saudara, maupun sahabat, kebohongan membuat hubungan yang baik menjadi retak karena hilangnya rasa percaya. Kitab Amsal mengajarkan bahwa melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar. Keadilan berarti berkata jujur tanpa memihak mengakui yang benar sebagai benar dan yang salah sebagai salah. Sikap ini menghadirkan sukacita, karena yang dilakukan adalah perbuatan terpuji, menyenangkan, dan membawa nilai kebaikan bagi sesama. Sebaliknya, orang yang hidup dalam ketidakjujuran dan penipuan tidak akan mengalami ketenangan. Ketika berhadapan dengan keadilan, mereka akan merasa takut. Hal ini karena keadilan selalu mencari kebenaran dan tidak dapat dikompromikan. Tidak ada yang tersembunyi selamanya dari keadilan. Karena itu, marilah kita terus belajar hidup jujur dan berlaku adil dalam setiap relasi. Dengan demikian, hidup kita tidak hanya memelihara kepercayaan, tetapi juga menjadi berkat bagi banyak orang.
Doa: Tuntun kami Tuhan agar kami hidup takut kepada-Mu, supaya hidup kami selalu berbahagia. Amin..


