Allah Berkuasa atas Hidup Ciptaan-Nya
Paulus berbicara kepada orang-orang Atena tentang Allah yang berkuasa, Allah yang tidak tinggal dalam kuil buatan tangan manusia, tetapi Dia yang menciptakan langit, bumi, dan segala isinya. Paulus menegaskan bahwa Allah yang memberi nafas hidup, dan segala sesuatu kepada manusia. Tidak ada satu pun yang hidup di luar kuasa dan pemeliharaan Tuhan. Ayat 28 adalah pengakuan iman yang mendalam: sebab seluruh ciptaan bergantung sepenuhnya kepada kekuasaan Allah. Ketika kita menyadari bahwa hidup kita ada dalam tangan Allah, kita diajak untuk hidup dengan rasa syukur dan hormat kepada-Nya. Hidup yang kita miliki dan seluruh ciptaan ada dalam genggaman kasih Allah. Karena itu, marilah kita hidup dengan rasa syukur dan hormat kepada Tuhan yang berkuasa atas langit dan bumi. Jangan sombong dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Segala yang ada, nafas kita, kesehatan, berkat dan kesempatan adalah tanda bahwa Tuhan terus memelihara semesta. Tanpa pemeliharaanNya, keberadaan kita rapuh seperti debu. Maka, biarlah kita terus mensyukuri pemeliharaan-Nya dan memuliakan Tuhan karena Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Berdoa bukan memanggil Allah yang jauh, tetapi membuka hati kepada Dia yang sudah ada bersama kita.
Tuhan, Kami mengagumi kuasa dan pemeliharaan-Mu dalam hidup kami tiap hari, amin


